Rabu, 26 September 2018

Pembiakan Tanaman

perkembangbiakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif.

A. Perkembangbiakkan Secara Generatif

Perkembangbiakkan tumbuhan yang dilakukan secara generative ini ditandai dengan terjadinya suatu tumbuhan baru yang disebabkan oleh proses penyerbukan. Proses penyerbukan merupakan suatu kondisi dimana jatuhnya serbuk sari yang ada di dalam tumbuhan jantan kepada kepala putik bunga yang ada di dalam tumbuhan betina. Alat untuk melakukan perkembangbiakkan pada tumbuhan ada di dalam bunganya. perkembangbiakan menggunakan biji merupakan cara perkembangbiakan secara generatif.

B. Perkembangbiakkan Secara Vegetatif

Cara perkembangbiakkan tumbuhan yang kedua adalah secara vegetatif. Perkembangbiakkan secara vegetative ini sendiri kemudian dibedakan menjadi secara vegetative alami dan vegetative buatan.

1. Perkembangbiakkan Vegetatif
Cara perkembangbiakkan vegetatif ini merupakan perkembangbiakan yang dilakukan secara tidak kawin dan sengaja oleh manusia. Antara lain adalah sebagai berikut:

a. Mencangkok
Mecangkok merupakan cara untuk memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan dari tumbuhan induknya. Hanya pada tumbuhan yang berkeping dua atau dikotil saja yang bisa dicangkok seperti jambu, jeruk, mangga dan lainnya.

b. Menempel (Okulasi)
Seperti dengan namanya cara berkembang biak dengan menempel ini dilakukan dengan cara menempelkan tunas tumbuhan lain kepada tumbuhan yang masih satu jenis misalnya pohon mangga arum manis dengan pohon mangga mana lagi. Tujuan dari cara menempel ini adalah untuk bersama-sama hidup atau menumpag hidup.

c. Menyambung
Menyambung merupakan cara memperbanyak tumbuhan dengan menyambungkan bagian akar dan batang dari dua jenis tumbuhan yang berbeda. Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan tanaman yang unggul.

d. Stek
Stek ini dilakukan dengan cara memotong batang tumbuhan dan kemudian menanamnya di tanah. Contoh tanaman yang bisa distek adalah pohon tebu, singkong, mawar dan melati.

e. Merunduk
Seperti dengan namanya tumbuhan yang dikembangkan dengan cara merunduk adalah dengan menanam tumbuhan yang merunduk dan kemudian tumbuhan tersebut menjadi akar. Contohnya adalah apel, selada air dan anggur.

Adapun cara perkembangbiakan, sebagai contohnya dapat dilihat pada beberapa tanaman di bawah ini:

1. Kolesom (Panax)


Cara Menanam Kolesom
Untuk menghasilkan tanaman  yang berkualitas, maka diperlukan metode menanam yang tepat. Setelah semua alat dan bahan disiapkan, aktivitas bercocok tanam dapat Anda mulai. Ada dua cara, yaitu:

1. Penyemaian dengan Biji
Berikut ini cara menanam ginseng dalam tahap penyemaian dengan biji:
·           Campurkan tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1
·           Aduklah bahan tersebut dengan cetok
·           Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag atau pot yang telah disiapkan
·           Tebarkan biji ginseng maksimal satu biji pada setiap pot atau polybag
·           Tutup dengan sedikit campuran tanah dan pupuk
·           Siram dengan air secukupnya
·           Pembibitan dengan Stek Batang

Berikut Ini Cara Menanam Ginseng Dalam Pembibitan Dengan Stek Batang:
·           Campurkan tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam, dengan perbandingan 1:1:1
·           Masukkan campuran tersebut ke dalam pot atau polybag ukuran sedang
·           Masukkan campuran hingga ketinggian 15 cm
·           Buatlah lubang pada bagian tengahnya
·           Tancapkan batang ginseng jawa yang telah disiapkan
·           Masukkan lagi campuran tanah dan pupuk kandang
·           Padatkan tanah hingga batang berdiri tegap
·           Siram dengan air secukupnya

2. Kemuning ( Murraya paniculata)

Cara Menanam Bunga Kemuning Dengan Biji
·        Pembibitannya bisa dilakukan dengan biji dari buah yang telah berwarna merah tua, sebelumnya jemur dulu sampai kering dan disimpan di plastik atau toples untuk tetap terjaga dan kering.
·        Biasanya tanaman bunga "Kemuning" ditanam di polybag, pot dan juga pada perkarangan rumah, dan bila kamu ingin menanamnya maka yang mesti disediakan yaitu campuran tanah dengan pupuk kompos, atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
·         Aduk dengan rata dan di tempatkan di media tanam.
·       Berikutnya dimasukkan biji "Kemuning" yang tadi ke media tanam, dan tutup dengan tanah dan siram jika dibutuhkan atau tanahnya terlihat mengering.  

Cara Menanam Bunga Kemuning Dengan Cangkok
·           Pilih batang yang telah seukuran minimal satu jari telunjuk orang dewasa.
·           Pilih batang atau cabang yang arah tumbuhnya ke atas.
·           Kerat kulitnya sepanjang sekitar 3 cm.
·     Kerok bagian kayunya sampai terasa kasar. Ini tandanya bagian kambiumnya sudah terbuang  habis. Biarkan selama 1-2 hari.
·           Siapkan lembaran plastik dan media tanam berupa tanah halus atau moss.
·           Bungkus bagian batang atau cabang yang telah dikerat.
·           Bagian batas keratan harus berada di dalam bungkusan.
·           Pertahankan kelembaban media tanam dengan menyiramnya secara rutin.

Kelebihan perbanyakan vegetatif ini yaitu tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan bibit tanaman "Kemuning" berukuran besar. Seperti yang telah diketahui bersama, tumbuh kembang batangnya butuh waktu yang amat lama untuk meraih ukuran jari telunjuk orang dewasa, jika diperbanyak dengan cara biji akan membutuhkan waktu yang lama.

3. Rami (Boehmeria nivea)

Cara Pembiakan Tanaman Rami 

Dalam budidaya nya,rami bisa ditanam dengan bibit yang berasal dari biji,stek batang dan potongan akar rimpangnya (rhizoma).Tapi bahan tanaman yang dinilai cukup baik dan praktis adalah potongan rhizoma-nya.Bahan ini harus diambil dari indukvarietas unggul dan sudah berumur lebih dari 2 tahun.
Proses selanjutnya,rhizome tersebut dipotong-potong dijadikan stek dengan ukuran panjang tiap stek 15-20 cm.Kemudian stek-stek itu disemaikan pada tempat yang lembab hingga muncul tunas baru dan biasanya tunas baru akan muncul dalam waktu seminggu.Untuk tiap hektar lahan dibutuhkan sebanyak 21-22 ribu stek rhizoma.


4. Gambir (Uncaria)


Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan melalui stek, perundukan, dan kultur jaringan, tetapi cara perundukan dan kultur jaringan tidak biasa dilakukan petani tetapi biasanya hanya dilakukan untuk kepentingan penelitian dan pengkajian. Perbanyakan dengan stek dilakukan dengan cara memotong dahan yang berukuran besar dan memiliki dua buah cabang atau lebih. Potongan dahan dengan panjang sekitar 50 cm kemudian lansung ditanam pada hari yang sama atau direndam dalam air sebelum ditanam pada hari berikutnya. Cara vegetatif sebaiknya dilakukan pada musim hujan. 
Perbanyakan secara generatif, yaitu perbanyakan dengan menggunakan biji gambir. Biji gambir yang digunakan diambil dari buah gambir yang sudah matang pada tanaman gambir budidaya yang belum pernah dipanen.

5. Jewer Kotok (Plectranthus scutellarioides )



Tumbuhan ini merupakan tanaman terna semusim (annual), batangnya yang berwarna ungu berbentuk persegi empat dengan alur yang agak dalam pada sisi-sisinya, bercabang-cabang, serta mudah patah. Tinggi batang berkisar 30 cm sampai 150 cm. Warna batang ini tidak berubah, baik di tempat keteduhan maupun panas/terbuka. Batang juga merupakan bagian dari perkembangbiakan vegetatif, baik dengan cara stek ataupun merunduk. selain perkembangbiakan secara vegetatif, jewer kotok juga dapatt diperkembangbiakan secara generatif melalui biji.

Selasa, 25 September 2018

kultur Jaringan Tanaman




Kultur Jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan dan organ. semua organ tanaman seperti akar, batang, daun, buah dapat digunakan dalam kultur jaringan.semua itu karena teknik ini menggunakan teori dasar dari kultur in vitro yaitu totipotensi. teori tersebut menyatakan bahwa setiap satu sel jaringan  dan organ mempunyai potensi untuk beregenerasi menjadi lengkap karena semua itu adalah jaringan hidup.
 
Tujuan dari perbanyakan tanaman menggunakan kultur jaringan yaitu memproduksi tanaman dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat khususnya untuk varietas unggul yang  baru di hasilkan.
contohnya seperti tanaman kelapa sawit, dengan perbanyakan menggunakan teknik kultur jaringan  akan memudahkan dalam penyediaan bibit kelapa sawit dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat sehingga akan lebih efisien apabila perbanyakan dengan benih.
selain itu bibit yang dihasilkan melalui kultur jaringan sifatnya akan sama dengan induknya dan bibit yang dihasilkan akan terbebas dari penyakit.
 
Prinsip utama dari kultur jaringan ini adalah perbanyakan  menggunakan organ vegetatif tanaman dengan media buatan seperti agar dan dengan kondisi lingkungan yang aseptis dan terkendali. jadi lingkungan yang aseptis merupakan kunci dari sebuah keberhasilan kultur jaringan. lingkungan yang aseptis adalah suatu kondisi lingkungan yang steril artinya ruangan yang di gunakan harus terhindar dari kontaminasi kotoran, jamur ataupun bakteri.
 
Dalam proses budidaya, perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur jaringan akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti mendapatkan tanaman baru yang unggul, sifat  fisiologis dan morfologis tanaman akan sama dengan induknya, jumlah bibit yang di hasilkan akan lebih besar dalam waktu singkat, bibit yang dihasilkan akan bebas dari penyakit dan tidak tergantung musim sehingga bisa dilakukan kapan saja.
 
Selain mempunyai kelebihan kultur jaringan juga mempunyai kekurangan antara lain membutuhkan biaya yang besar karena menggunakan laboratorium dan bahan kimia kemudian tidak semua orang bisa  melakukan kultur jaringan karena harus memiliki keahlian yang khusus dan yang terakhir adalah lingkungan yang aseptis harus tetap terjaga mulai dari suhu, kelembapan dan kebersihan ruangan.

Minggu, 29 Juli 2018

Herbarium Bogoriense

Indonesia memiliki banyak sekali keanekaragaman Hayati yang tersebar dari sabang hingga merauke, namun dengan keanekaragaman tersebut masih banyak flora atau tumbuhan yang belum terungkap atau belum diketauhi. untuk itu perlu adanya kegiatan ekplorasi tumbuhan agar keanekaragam hayati yang belum terungkap dapat di ketahui yang dapat digunakan sebagai pembelajaran, bahan penelitian ataupun dimanfaatkan untuk kesejahteraan di masa mendatang. 
salah satu tempat koleksi tumbuhan yang dapat kita temui adalah Herbarium Bogoriense yang sudah berdiri sejak 1841.Herbarium adalah koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan untuk tujuan ilmiah dalam dunia botani.Herbarium Bogoriense adalah rumah bagi jutaan spesimen yang diawetkan, yang sebagian besar dalam keaadaan kering dan basah.Herbarium Bogoriense merupakan koleksi telengkap di Asia Tenggara dan terbesar ke tiga di dunia. Herbarium sendiri memiliki fungsi yaitu sebagai pusat referensi utama untuk identifikasi tumbuhan, sebagai lembaga dokumentasi karena merupakan koleksi yang mempunyai nilai-nilai sejarah dan sebagai tempat penyimapanan data. 
Dalam membuat herbarium terdapat beberapa kegiatan yaitu :
1. Ekplorasi, eksplorasi adalah mencari dan mengumpulkan berbagai macam tumbuhan yang tersebar dari sabang sampai merauke. dalam kegiatan ekplorasi terdapat tim yang bekerja. di dalam kegiatan ekplorasi sendiri memiliki banyak keseruan dan banyak rintangan karena harus menelusuri hutan-hutan.
2. Setelah itu, Spesimen basah di masukan ke dalam cairan pengawet, kemudian di masukan ke dalam ruangan pendingin dengan suhu minus 20 derajat selama 2 x 24 jam. sedangkan yang kering direndam dalam alkohol berkadar 70% kemudian di masukan ke dalam oven atau penggarangan agar air ataupum getahnya hilang.
3. Identifikasi, yaitu mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan morfologi dan fisiologi yang dimiliki tumbuhan tersebut.
4. Setelah itu, masuk keluang aklimatisasi dan ditempelkan di atas kertas spesimen lalu di masukkan ke dalam kotak.
4. Penyimpanan, yaitu menyimpan koleksi di lemari atau tempat yang yang bersih dan terjaga. ruang penyimpanan juga harus dingin dengan suhu berkisar 16 derajat agar ridak mudah rusak dan tidak mudah terserang oleh jamur.

                                                    Koleksi Basah
                                                    Koleksi Kering
                                                    mounting dan remounting

PANCASILA SEBAGAI PEREKAT DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI


   Pancasila memiliki semboyan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, dengan pluralism dan multikulturalisme yang harus disatukan oleh“rasa bersama” oleh seluruh masyarakat Indonesia karena sejatinya Pancasila adalah suatu pedoman agar kehidupan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita bangsa yang terkandung dalam UUD 1945. Namun pada kenyataannya nilai-nilai Pancasila semakin lama semakin luntur oleh perkembangan zaman. Dengan adanya globalisasi tidak hanya memberikan pengaruh baik akan tetapi juga memberikan pengaruh buruk yang sangat besar sehingga mempengaruhi perilaku dan identitas bangsa. Sebagai salah satu contohnya adalah masyarakat Indonesia lebih menyukai produk-produk luar negeri yang sudah banyak beredar di negara sendiri karena dianggap lebih keren dan seakan rasa cinta untuk memakai produk sendiri telah tekikis dan hilang. Dan aspek yang lebih memprihatinkan dari adanya globalisasi adalah kehidupan social budaya masyarakat yang dulu dikenal yang kehidupan yang rukun, sederhana dan selalu bergotong-royong akan tetapi sekarang masyarakat telah hidup dengan individualis, krisis akan nilai-nilai Pancasila, dan lebih mementingkan kepentingan sendiri. Identitas bangsa yang seharusnya menjadi sesuatu yang perlu di wujudkan dan terus dikembangkan  atau seperti yang telah dirumuskan Bung Karno merupakan ekspresi dari roh kesatuan Indonesia, kemauan untuk bersatu dan mewujudkan sesuatu dan bermuatan yang nyata.  Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara demokrasi, namun sekarang masyarakat Indonesia kurang mengedepankan sikap dan perilaku yang toleran. Akibatnya, sebagai bangsa yang majemuk, kebhinekaan Indonesia terus diuji dengan berbagai peristiwa kejahatan, kekerasan, kerusuhan yang berbau SARA. Jika hal seperti ini terus terjadi maka rasa nasionalisme dan identitas bangsa akan hilang. Bagi bangsa Indonesia, derasnya pengaruh nilai-nilai budaya global memudarkan keberadaan Pancasila sebagai ideologi, falsafah hidup bangsa dan dasar negara. Untuk itu pendidikan karakter suatu bangsa harus dibangun sejak dini mulai dari pendidikan di lingkungan keluarga, dan lingkungan bermasyarakat secara formal maupun informal. Dalam kebijakan nasional ditegaskan, antara lain bahwa pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan asasi dalam proses berbangsa dan bernegara. Secara ekplisit pendidikan karakter (watak) adalah amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang pada pasal 3 menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Generasi muda memiliki peranan penting sebagai komponen bangsa yang paling strategis posisinya dalam memainkan proses transformasi karakter dan tata nilai pancasila di era globalisasi. Bangsa Indonesia juga harus mempunyai Garis pembatas yang tegas untuk menghadapi dampak globalisasi yaitu dengan adanya daya saing bangsa (national competitiveness) yang kuat untuk menjadi bangsa yang mandiri dengan berlandaskan pada Pancasila sehingga diharapkan Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.

Senin, 02 Juli 2018

Pro dan Kontra Pertanian Organik dan Konvensional

Masyarakat sekarang sudah banyak menyadari bahwa mengkonsumsi produk organik yang bebas dari kimia adalah hal yang penting, karena mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak beredar di pasaran belum tentu dapat menyehatkan. Hal ini disebabkan karena terdapatnya residu dalam produk dari proses budidaya secara konvensional.  
Secara umum sistem pertanian dikatakan organik ketika proses produksi pangan adalah alamiah (Indonesia Organik 2014), tidak mengandalkan pupuk dan pestisida  kimia, hormon buatan, antibiotik seperti sering digunakan dalam peternakan dan tidak menggunakan Genetically Modified Organism (GMOs) (Directorate General for agriculture and Rural Development of the European Commission, 2014).
Untuk itu budidaya secara organik sudah banyak dilakukan di berbagai wilayah. Dari segi performa produk organik memiliki performa yang kurang menarik, tapi produk organik memiliki cita rasa yang lezat, lebih manis dan lebih renyah. Namun, dari segi harga Produk organik memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk konvensional dan biasanya hanya terdapat di supermarket atau pasar swalayan lainnya sehingga produk organik belum bisa dinikmati oleh semua kalangan. 

Sebenarnya bertani secara konvensional tidak selamanya buruk asalkan dengan cara yang benar. karena pertanian secara konvensional juga memiliki berbagai keuntungan seperti pengendalian hama pertanian lebih efektif, respon pupuk terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman lebih cepat sehingga lebih cepat panen, dan harganya lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan pangan ddan menjaga kestabilan harga.
Namun jika penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan akan berdampak buruk terhadap lingkungan, petani bahkan konsumen.Selain itu yang harus diingat pertanian konvensional ini tidak terlepas dari dampak negatif untuk jangka panjang. Menurut Schaller (1993), beberapa dampak negatif dari pertanian konvensional adalah:
1. Pencemaran air tanah dan air permukaan oleh bahan kimia pertanian.
2. Membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Baik karena pestisida kimia maupun bahan aditif pakan.
3. Pengaruh negatif senyawa kimia pada mutu dan kesehatan makanan.
4. Penurunan keanekaragaman hayati termasuk sumber genetik flora dan fauna yang merupakan modal utama pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).
5. Meningkatnya daya tahan (resistent) organisme pengganggu terhadap pestisida kimia.
6. Merosotnya daya produktivitas lahan karena erosi, pemadatan lahan, dan berkurangnya bahan organik.
7. Ketergantungan yang makin kuat terhadap sumber daya alam yang tidak terbaharui (non-renewable natural resources).
8. Risiko kesehatan dan keamanan manusia pelaku pekerja pertanian.

Untuk itu Pertanian Organik harus terus digalakan, meskipun dalam prosesnya pertanian organik butuh usaha yang optimal agar tidak gagal panen akibat serangan hama penyakit atau faktor lingkungan lainnya. bertani secara organik memiliki banyak berbagai manfaat dan keuntungan yaitu :
1. Harga jual yang tinggi
produk organik memiliki harga jual yang lebih tinggi di pasaran. hal ini dapat menguntungkan para petani karena nilai jual yang tinggi dan biaya operasial yang rendah para petani dapat meraih keuntungan yang lebih tinggi
2.  Menghasilkan makanan sehat 
 Pertanian organik akan menghasilkan makanan yang sehat, aman dan bergizi karena tidak adanya bahan kimia yang berasal dari pupuk maupun pestisida kimia dari hasil budidaya.
3. Mengurangi Limbah Pertanian
sisa-sisa produk pertanian bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik sehingga dapat mengurangi cost dalam budidaya.
4. Tidak Merusak atau mematikan mikroorganisme yang ada dalam tanah
Dengan pertanian organik aktivitas mikroorganisme yang ada di dalam tanah tidak akan terganggu, bahkan dengan pertanian organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah
5. lingkungan pertanian menjadi lebih sehat
lingkungan akan tetap terjaga dan petani bisa hidup lebih sehat karena tidak terkena bahan kimia yang berasal dari pupuk dan pestisida anorganik.
6. Berkelanjutan 
pertanian organik mampu meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang serta memelihara kelestrarian alam dan lingkungannya.

Minggu, 08 April 2018

Interaksi Antar Spesies


Kompetisi
Merupakan interaksi  bersaing antara individu tumbuhan dengan individu tumbuhan lainnya dalam hal penggunaan sumber daya alam dan pemenuhan kebutuhan, seperti nutrisi, air, cahaya, ruang, dsb. Jadi kompetisi akan timbul jika individu tumbuhan mempunyai daur hidup dan keperluan lingkungan yang sama dengan individu tumbuhan lainnya, baik untuk jenis tumbuhan yang sama maupun yang berbeda jenis. Tumbuhan yang lebih efisien memamfaatkan sumber dayanya untuk bertahan, dan yang lainya tersingkir.
Komensalisme
 Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme tumbuhan yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan
 Mutualisme
Disebut juga simbiosis yang merupakan interaksi obligatori(wajib) yang di perlukan oleh kedua belah pihak yang berinteraksi karena keduanya saling memerlukan.
Tumbuhan penumpang ( seperti Epifit)
Merupakan kelompok tumbuhan yang memanfaatkan tumbuhan lain untuk tempat hidup secara menempel, jadi berbeda dengan parasit, tumbuhan ini mempunyai akar untuk menghisap air dan nutrisi yang terlarut dan mampu menghasilkan makanan sendiri.
Epifit ini cuma memerlukan peneduhan dan kelembapan dari tumbuhan lain sehingga mampu bertahan di saat kekeringa
Proto koperasi
Interaksi dua populasi tumbuhan yang memperoleh keuntungan dengan adanya asosiasi tersebut tetapi hubungan itu suatu keharusan.
Parasitisme
 Hubungan antar organisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.
Herbivory
Herbivory yaitu hewan pemakan tumbuhan
Alelopati
Alelopati adalah hubungan atau interaksi antarorganisme, yang mana keberadaan satu organisme dapat menghambat pertumbuhan atau perkembangan organisme lainya melalui pelepasan toksin atau racun.




Penyebab inferensi (A)
Penerima inferensi (B)
Tipe dan identitas inferensi
Lokasi inferensi
Pengaruh terhadap A
Pengaruh terhadap B
kompetisi
Michania micrantha (rambung rambat )
Eleiss Guineensis  Jack( kelapa sawit )
Menghambat pertumbuhan kelapa sawit dan competitor dalam mengambil nutrisi
Pada tanaman kelapa sawit
Berdampak negatif
Berdampak negatif
Eleuicine indica (rumput tulangan)
Capsicum annum L. (cabai)
Pada tanaman kangkung
Sama-sama
Parasitisme
Raflesia arnoldi
inang
Pengurangan unsur  hara menghambat proses fotosintesis
Pada tanaman rafflesia
positif
Negative
benalu
Syzygium aqueum (jambu air)
Pada tanaman jambu air
positif
negatif
Herbivory
Spodopthera litura (ulat grayak)
Capsicum ascalonicum (Bawang merah)
Pengurangan biomasa
Pada tanaman bawang merah
positif
positif
Oryctolagus cuniculus( kelinci)

Brassica rapa L.)
pada tanaman sawi
positif
 Positif\negatif
Epifitisme
Orchidaceae
Mangifera indica
Penambahan habitat dan menumpang tempat hidup
Mangifera indica
Tidak berpengaruh
Positif atau negatif
Dendrodium
ditembok
Di tembok
Tidak berpengaruh
Positif atau negatif
Protokoperasi
Arachis hypogaeae ( kacang tanah)
Coffea Arabica L.
Memberikan nitrogen dalam tanah
Pada tanaman kopi
positif
positif
Lamtoro ( Leucaena leucocephala )

Theobroma cacao
Pada tanaman kakao
positif
positif
Mutualisme
Apis dorsata (lebah hutan)
Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu)
Membantu dalam penyerbukan
Pada tanaman bunga sepatu
Berpengaruh positif
positif
Trentepohlia (lalat)
Rafflesia arnoldi (Padma raksasa)
Pada tanaman Padma raksasa
 positif
positif
alellopati
Imperata cylindrical (alang-alang)
Zea mays (jagung)
Penambahan bahan aktif dan pertahanan diri
habitat
positif
negatif
Alang-alang
Oryza sativa (padi)
habitat
positif
negatif

MENGUKUR KINERJA DENGAN HR SCORECARD

Perusahaan perlu melakukan pengukuran atas kinerja mereka, karena ini akan menentukan berhasil atau tidaknya sumber daya manusia dalam men...