Selasa, 01 November 2016

PEMBENTUKAN AWAN DAN CURAH HUJAN



KONDENSASI
Kondensasi: proses perubahan uap air menjadi air atau larutan.Di atmosfer, kondensasi dapat terjadi melalui tiga cara:
1.       Jika suhu udara turun hingga mencapai suhu titik embun tanpa penambahan uap air.
2.       Jika ada penambahan uap air tanpa pengurangan panas atau kenaikan suhu.
3.       Jika kapasitas udara menampung uap air berkurang akibat kenaikan tekanan ataupun penurunan suhu.
4.       Salah satu syarat terjadinya awan adalah naiknya massa udara ke atmosfer dan membawa serta uap air.
Suhu udara yang naik lebih rendah dari suhu udara lingkungan



Keadaan balon yang terangkat ke udara akibat perbedaan tekanan antara balon dengan udara lingkungan
PEMBENTUKAN AWAN
1.       Awan, kumpulan bintik-bintik air yang melayang-layang di udara setelah mengalami kondensasi dengan ukuran yang masih relatif kecil.
2.       Secara klimatologi awan mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai unsur cuaca/iklim dan sebagai pengendali cuaca/iklim.
3.       sebagai pengendali cuaca/iklim, awan merupakan sumber air bagi terjadinya hujan.
4.       Tiga hal penting yang harus dipenuhi agar uap air yang ada di udara dapat terbentuk menjadi butir2 air dan seterusnya menjadi hujan:
1.       Adanya uap air
2.        Adanya inti-inti kondensasi
3.        Adanya proses pendinginan
TIPE-TIPE AWAN
Secara umum dikelompokkan atas empat kelompok yaitu:
1.       Awan Tinggi (Cirrus, Cirrostratus dan Cirrocumulus) ketinggian > 6000 meter, suhu sangat rendah.
2.       Awan Sedang/pertengahan (Altocumulus dan Altostratus) ketinggian 2000-6000 meter.
3.       Awan Rendah (Stratus, Stratocumulus dan Nimbostratus) ketinggian 200 meter
4.       Awan yang Berkembang Vertikal (Cumlus dan Cumulonimbus)

PRESIPITASI
Presipitasi, bentuk umum dari semua bentuk air yang jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi.Presipitasi, bentuk umum dari pengendapan atau pengembalian air yang telah di uapkan ke atmosfer jatuh kembali menuju permukaan bumi (daratan maupun lautan).Beberapa bentuk presipitasi: hujan, kabut, embun smog, glaze, salju, hail, graupel, sleet, dew, rime dan kepingan salju.Bentuk presipitasi yang penting dan umum terjadi di wilayah tropik adalah hujan yang merupakan satu-satunya sumberair untuk kehidupan di permukaan bumi.
Berdasarkan proses terjadinya awan atau pengangkatan massa uap air, hujan digolongkan menjadi tiga tipe yaitu:
1.       Hujan Konvektif, tipe hujan yang terbentuk akibat penyinaran matahari secara intensif.
2.       Hujan Orografik, hujan yang terbentuk dari pengangkatan massa udara akibat halangan atau bukit.
3.       Hujan Frontal dan Hujan Siklonik, tipe hujan yang terjadi akibat adanya gangguan yaitu frontal akibat pertemuan massa udara yang sifatnya berbea (udara dingin dan hangat) dan Silklonik akibat pusat tekanan rendah.
Perhitungan hujan wilayah dapat dilakukan melalui tiga metode yang disesuaikan dengan karakteristik biofisik wilayah.Tiga metode perhitungan hujan wilayah:
  1. Metode rata-rata (aritmatik)s
  2.   Metode polygon Thiessen
  3.   Metode Isohyet

 











TEKANAN UDARA DAN ANGIN


Tekanan
Tekanan adalah gaya berat kolom udara dari permukaan bumi sampai puncak atmosfer per satuan luas.Gaya ini ditimbulkan oleh percepatan ke bawah berupa gravitasi (g) dan massa udara (m).Tekanan udara di atmosfer berbeda menurut ketinggian tempat (altitude) dan lintang (latitude).Tekanan udara merupakan pengendali kecepatan angin, suhu dan kelembaban udara sedangkan angin merupakan pengendali langsung penguapan.
Persamaan hidrostatistika adalah hubungan antara perubahan tekanan (dp) dengan perubahan ketebalan lapisan udara (dz).
v  Hukum yang berhubungan dengan gas
1.    Hukum Charles (P/T = C, kenaikan suhu menyebabkan kenaikan tekanan (ruang tertutup)
2.     Hukum Boyle (P V = K, pada suhu tetap, tekanan udara berkurang akibat naiknya massa udara yang menyebabkan udara akan mengembang sehingga volumenya bertambah.
PENYEBARAN TEKANAN UDARA:
1.    Variasi tekanan secara horisontal lebih kecil dibandingkan variasi secara vertikal.
2.    Variasi secara horosontal terjadi karena bidang isobar bukan merupakan suatu bidang yang datar.
Angin
Angin adalah perpindahan udara dari wilayah yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah.Angin merupakan gerakan udara atau massa udara yang terjadi di atmosfer dalam arah vertikal maupun horisontal.Kecepatan vertikal jauh lebih kecil dibandingkan dengan kecepatan horisontalnya, maka dalam klimatologi kecepatan angin hanya arah horisontal saja.
Fungsi angin sebagai transfer panas dari daerah panas tropik ke daerah dingin lintang tinggi.Kecepatan angin berhembus ditentukan dengan skala m s-1 atau km jam-1. Keepatan angin 1 m s-1 adalah kecepatan udara yang bergerak dengan kecepatan 3.6 km jam-1.Kecepatan angin standar merupakan kecepatan angin yang ditetapkan berdasarkan standar Beaufort.
ANGIN MUSON DAN ANGIN PASAT
 Arah angin terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara antara daratan dan lautan.Indonesia pergantian musim mempengaruhi arah angin muson dan curah hujan.Angin muson di Indonesia terjadi menurut musim, musim barat jika angin bertiup dari barat.Angin pasat dapat berhimpit dengan angin muson dan dapat pula berlawanan dengan angin muson. Angin pasat timur laut dan angin barat khatulistiwa adalah angin pasat yang jelas berhimbit dengan angin muson pada keadaan musim penghujan di Indonesia.
ANGIN LOKAL DI INDONESIA
1.    Angin Bohorok, angin jatuh yang kering dan panas terjadi di Sumatera Utara. Diberi nama angin Bohorok karena angin tersebut turun dari bukit barisan menuju tanah batak. Yang mirim dengan angin Fohn.
2.    Angin Jatuh Muson Tenggara, angin jatuh dingin di Indonesia yang terjadi di Ujung Pandang, Jawa Tengah, Bromo.
3.    Angin Darat dan Angin laut, keduanya terjadi sepanjang tahun.
ANGIN LOKAL YANG ADA DI LUAR INDONESIA
1.    Angin Bora , angin jatuh yang dingin. Tipe angin dingin di pantai Timur laut Adriatik.Bora disebabkan oleh dua hal:
a.    gunung sebagai sumber antisiklon tidak terlalu tinggi sehingga kenaikan suhu saat angin tersebut jatuh sangat kecil.
b.     suhu udara di wilayah pantai yang menjadi arah angin tersebut relatif lebih tinggi sehingga ada perasaan hembusan angin yang dingin dari antisiklon tersebut.
2.    Angin Fohn angin jatuh ini sering menimbulkan malapetaka di alpen Utara akibat dari mencairnya es dan salju.
3.    Angin Scirocco karakter sama dengan angin Fohn, yang sifatnya panas namun lembab. Angin ini berasal dari pegunungan dekat Palermo yang udaranya kering dan panas dengan suhu 50 oC dngan RH < 10%.
4.    Angin Chinook tipe angin Fohn yang terjadi di amerika serikat. Bersifat panas dan kering.
5.    Angin Mistraal angin jatuh yang dingin. Proses terjadina angin Mistraal adalah karena tinggina tekanan udara di Perancis pusat, sementara di teluk Genua dan daratan sungai Italia bertekanan minimum.
6.    Angin Siklon dan Antisilon.    Siklon, bertekanan relatif rendah dan dikelilingi isobar2 yang tekanan udaranya makin keluar semakin tinggi sedangkan Antisiklon, bertekanan udara relatif maksimum, gerakan udaranya sentrifugal (memencar keluar).



MENGUKUR KINERJA DENGAN HR SCORECARD

Perusahaan perlu melakukan pengukuran atas kinerja mereka, karena ini akan menentukan berhasil atau tidaknya sumber daya manusia dalam men...